Juli 28, 2020 Yuk Mengenal Lebih Dalam Mengenai Teknologi Tepat Guna

Yuk Mengenal Lebih Dalam Mengenai Teknologi Tepat Guna

Sebelum membahas teknologi tepat guna, ada baiknya kita mengetahui dulu apa itu teknologi. Teknologi dapat dikatakan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Sedangkan teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan.

Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi pada umumnya.

Ada beberapa kriteria agar suatu teknologi dapat dikategorika sebagai teknologi tepat guna, yaitu:

  • Teknologi tersebut dapat digunakan oleh sumber-sumber yang tersedia di berbagai tempat.
  • Teknologi yang diterapkan sesuai dan cocok dengan kondisi sosial ekonomi ang berlaku.
  • Teknologi yang digunakan bisa memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat.
  • Masyarakat mampu mempelajari, menerapkan, serta memelihara teknologi tepat guna tersebut.

Istilah teknologi tepat guna sendiri sebenarnya mulai muncul menyusul krisis minyak 1973 dan pergerakan lingkungan pada dasawarsa 1970-an.

Istilah ini biasanya digunakan dalam dua wilayah, yaitu memanfaatkan teknologi paling efektif untuk menjawab kebutuhan daerah pengembangan, dan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan dan ramah sosial di negara maju.

Secara teknis teknologi tepat guna merupakan jembatan antara teknologi tradisional dan teknologi maju. Oleh karena itu aspek-aspek sosio-kultural dan ekonomi juga merupakan dimensi yang harus diperhitungkan dalam mengelola teknologi tepat guna.

6 Alat Canggih Pemenang Teknologi Tepat Guna

Setelah melalui proses penjurian yang cukup ketat, enam alat canggih ditetapkan sebagai pemenang Teknologi Tepat Guna IX Tingkat Jawa Barat yang berlangsung di kota Sukabumi.

Ada 25 alat TTG kategori  inovasi, dan 21 TTG kategori unggulan, jadi total ada 46 TTG yang dipamerkan dan dilombangan di Lapang Merdeka Kota Sukabumi.

Seluruh peserta merupakan perwakilan dari 27 kota dan Kabupaten se Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menyerahkan langsung hadiah bagi enam pemenang lomba TTG IX ini secara langsung.

Dalam sambutannya, gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini berharap gelaran TTG ini bisa menjadi pemicu tumbuhnya teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga Jawa Barat.

“Kami yakin dalam hitungan 2 – 3 tahun, desa-desa di Jawa Barat akan berubah melalui teknologi 4.0 ini. Sekarang kita sudah bisa menggunakan handphone untuk trekking ikan di laut dan melacak hama pertanian,” tegas Emil.

Dalam ajang ini, tim juri dipimpin oleh ahli lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), bersama ahli teknologi tepat guna Kementrian Desa dan ahli teknologi terapan Litbang Provinsi Jawa Barat.

“Teknologi tepat guna tersebut telah dinilai dalam hal makalah, substansi produk TTG, dan presentasi di hadapan tim penilai,” sambung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Supendi yang bertindak sebagai ketua panitia gelaran TTG IX Jabar.

Menurut Dedi, ada dua ketegori dan setiap kategori dipilih tiga terbaik. “Juara TTG kategori inovasi dan unggulan akan diikutsertakan di TTG tingkat nasional. Tahun 2020 mendatang Provinsi Jawa Barat ditunjuk sebagai tuan rumah TTG Tingkat Nasional.”

Berikut daftar juara dan hadiah pada TTG IX Jabar kali ini;

Kategori Inovasi

1. Alat penanam padi – Ai Suganda asal Tasikmalaya (Hadiah Rp 17 juta)

2. Mesin pelet ikan – Eko Widianto asal Kota Sukabumi (Hadiah Rp 12,5 juta)

3. Panel Kontrol Pengatur Suhu – Siswanto asal Kabupaten Kuningan (Hadiah Rp 10 juta)

Kategori Unggulan

1. Mesin Sederhana Pembuat Lilin – Bagus asal Kota Bandung (Hadiah Rp 25 juta)

2. Kopi Luwak tanpa Luwak – Suparjo asal Kabupaten Kuningan (Hadiah Rp 20 juta)

3. Roteri – Ahmad Hasan Bahri dari Kabupaten Garut (Hadiah Rp 15 juta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *